Translate

Selasa, 20 Maret 2012

Gejala Gangguan Saraf dan Pikiran : Lumpuh Parkinsonisme (Lumpuh Agita) Tips yang Harus Anda Lakukan

Lumpuh Agita
Lupuh Parkinsonisme bersifat kronis yang semakin ruwet, dan dialami oleh orang yang setengah baya atau yang sudah lanjut usia. Penyakit ini ditandai dengan gerakan lamban, otot kaku, gemetaran dan semakin lemah.'' Biasanya penyakit itu menyerang secara lambat-laun dan tidak diketahui penyebabnya.'' Biasanya pasien dalam beberapa tahun lambat laun tidak berdaya. Lumpuh parkinsonisme, menyerang seseorang yang masih muda, mungkin juga sebagai akibat dari radang selaput otak atau keadaan lain di mana sel-sel otak tidak mendapat cukup zat asam selama paling sedikit lima sampai sepuluh menit sehingga rusak total, atau barangkali keracunan zat arang monoksida, asphyxia atau karena kepala terkena cidera.''



Otot muka penderita tidak dapat bergerak, kolopak mata jarang dapat digerakkan sehingga dia kelihatan tetap melotot dan tidak dapat menunjukkan emosi. Dalam kasus yang lebih parah, air liur akan mengalir bebas dari sudut mulut. Pasien itu condong ke depan sewaktu berjalan, melangkah pendek dengan menyeret kaki, sewaktu-waktu berlari untuk menjaga jangan sampai terjungkir kedepan. Biasanya kulit sikutnya kehitam-hitaman, dan dia mengayunkan tangannya samapi kedepa perutnya. Dia bisa saja gemetaran, tetapi gejala yang paling utama ialah ujung jarinya yang bergerak berulang-ulang menggosok ibu jarinya, yang disebut "gerakan meremas tablet." Tubuhnya lebih gemetar pada waktu capek dan bergembira.''

Sekalipun otot semakin lemah secara lambat laun, otot semakin lemah secara lambat laun, otot itu kaku sehingga tidak dapat bergerak cepat. Dia tidak berbicara dengan jelas walaupun kapasitas intelektualitasnya dan dapat dipertahankan dengan baik sampai berakhir fase perkembangan itu.''
Parkinsonisme
(isnandar): penyakit was was
Karena lumpuh Parkinsonisme tidak bisa disembuhkan, perawatan pasien itu dipusatkan pada kegiatannya selama mungkin, mununjang moralnya dengan suasana gembira, menggunakan obat tertentu untuk mengurangi gemetaran dan melemaskan otot. Pelbagai prosedur pembedahan telah banyak dilakukan untuk merusak bagian-bagian otak penggerak gemetaran dan yang menimbulkan kekejangan. Namun, belakangan ini cara pembedahan telah dapat diatasi oleh pengobatan dengan levodopa ("L-dopa").'' Sekitar dua pertiga dari gejala itu dapat dihilangkan dengan pemakaian obat ini. Bahkan penggunaannya dapat menghalangi perkembangan penyakit sehingga memperpanjang usia penderita.''

Dalam banyak hal obat levodopa menimbulkan akibat sampingan seperti mual, muntah dan gangguan mental yang bersifat sementara. Untuk mengatasi akibat sampingan diperlukan kerja sama pasien dengan dokternya. Akibat sampingan itu dapat dikurangi dengan memperkecil dosis obat, mengganti aturan pakainya setiap hari atau menggunakan obat pelengkap.''


Info Kesehatan dan Tips yang Harus Anda Lakukan:

1 komentar:

Posting Komentar

Tags

Labels

Blog Archive

Blog Archive